Keutamaan 10 Dzul Hijjah (keEmpat)

Untuk mengetahui hasil dari semua amalan adalah dengan memperhatikan hubungan dengan sesama. Islam menyatukan antara ketundukan kepada-Nya. Sang pencipta yang Maha Suci. Dan berbuat baik terhadap sesama, ciptaan-Nya.
Firman Allah:

Artinya: ”Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Al-Isyra: 23)

Artinya: “Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut: 45)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya Karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, Kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (Tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (Al-Baqarah: 264)

اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معاصيك, ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك, ومن اليقين ما تهون به علينا مصيبات الدنيا, ومتعنابأسماعنا وابصارنا وقوتناماأحيينا, واجعل الوارث منا, واجعل ثارنا على من ظلمنا, وانصرنا على من عادانا, ولا تجعل مصيبتنافى ديننا, ولا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا, ولا تسلط علينا من لا يرحمنا………

Sana’a 14 November 2009

Diterjemahkan dari: Fadhl ‘Ashr Dzil hijjah,
Syeikh: Abdul Hakim ibnu Muhammad At Thaib,
Maktabah As Salam Jamiah Al-Iman
Sana’a Yaman

Penulis sangat berterimakasih kepada pembaca yang berkenan memberikan kritik dan masukan atas terjemahan ini. Penulis masih belajar dan masih banyak kekurangan.
Email: elhsilv@yahoo.co.id

Keutamaan 10 Dzul Hijjah (ketiga)

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Artinya: “123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (An-Nisa: 123-125).

Kita mengetahui, banyak dan bermacam amalan ibadah kepada Allah. kita harus memulai dari yang terpenting dan paling dicintai oleh Allah subhanahu wata’ala.
Yang paling Allah sukai adalah amalan wajib sebelum amalan amalan sunnah. Mendahulukan rukun islam yang lima sebelum yang lainnya.
Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, nabi salallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

ان الله قال: من عادى لي وليا فقد أذنته بالحرب، وما تقرب الي عبدى بشيء أحب الي مما افترضت عليه، وما يزال عبدي يتقرب الي بالنوافل حتى أحبه، فاأذا أحببته كنت سمعه الذى يسمع به، وبصره الذى يبصر به، و يده الذى يبطش بها، ورجله التى يمشى بها، وان سألني لأعطينه، ولئن استعاذني لأعيذنه. (رواهالبخارى)

Artinya: “Sesungguhnya Alah telah berfirman: Siapa yang memusuhi waliKu, maka aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaKu yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara perkara yang sunnah di luar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya. Maka Aku adalah pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika ia meminta perlindungan dari Ku niscaya akan Aku lindungi” (HR. Bukhari)

Juga dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, bahwa Nabi salallahu alaihi wassalam bersabda:

من أصبح منكم اليوم صاءما؟ قال أبو بكر: أنا، قال: فمن تبع منكم اليوم جنازة؟. قال أبو بكر: أنا، قال: فمن أطعم منكم اليوم مسكينا؟. قال أبو بكر: أنا، قال: فمن عاد منكم اليوم مريضا؟. قال أبوبكر: أنا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما اجتمعن في امرئ الا دخل الجنة.

Artinya: “Siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa?. Abu Bakar berkata: Saya. Rasulullah bertanya: Siapa diantara kalian yang hari ini mengantar jenajah?. Abu Bakar menjawab: Saya. Rasulullah bertanya: Siapa diantara kalian yang hari ini memberi makan orang miskin?. Abu Bakar menjawab: Saya. Rasulullah bertanya: Siapa diantara kalian yang hari ini menjenguk orang sakit?. Abu Bakar menjawab: Saya. Maka Rasulullah bersabda: Tidaklah berkumpul perbuatan ini pada seseorang kecuali ia dimasukkan syorga” (HR. Muslim)

Jamaah jumat yang saya hormati.
Ketahuilah, sebaik baik amalan adalah amalan hati. Mensucikannya dari kotoran kotoran syirik, riya dan ujib takabur. Hadapkanlah hati kepada-Nya yang maha pencipta dengan kecintaan, pengagungan, khauf (perasaan takut) dan raja (pengharapan).
Sabda Nabi salallahu ‘alaihi wassalam:

ان الله لا ينظر الى صوركم، ولكن ينظر الى قلوبكم وأعمالكم (رواه مسلم)

Artinya: “sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian” (HR. Muslim).

Dan sabdanya:

ان في الجسد مضغة, اذا صلحت صلح الجسد كله, واذا فسدت فسد الجسد كله, ألا وهي القلب (رواه البخاري ومسلم).

Artinya: “Sesungguhnya dalam hati ada segumpal darah, jika (segumpal darah ini) baik, maka baiklah seluruh jasad. Dan jika rusak, rusaklah seluruh jasad. Dia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu sebaik baiknya amalan pada hari hari ini adalah tahlil dan takhbir.
Dari ibnu Umar radiallahu anhuma, Rasulullah bersabda:

ما من أيام أعظم عند الله سبحانه ولا أحب اليه العمل فيهن من هذه الأيام العشر، فأكثروا فيهن من التهليل و التكبير و التهميد (رواه أحمد)

Artinya: “Tiada hari lebih agung di sisi Allah, dan tiada amal (ibadah) lebih dicintai padanya dari hari sepuluh (dzul hijjah). Maka perbanyaklah tahlil (mengucap; ‘laa ilaha illallah’), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdulullah). HR. Ahmad

Bersambung….

Keutamaan 10 Dzul Hijjah (kedua)

Sabda nabi:

مامن أيام أفضل عند الله من أيام عشر ذي الحجة

Artinya: “Tiada hari yang labih baik disisi Allah dari sepuluh hari pada bulan dzil hijjah” (Abu Ya’la dengan sanad shahih)

Beberapa sebab yang menjadikan hari ini istimewa dibanding dengan hari hari lain. Adalah karena terkumpulnya rukun Islam yang lima.

# Syahadatain merupakan keutamaan haji. Sebagaimana dikatakan (العج الثج), Al’ijhu (العج) adalah mengangkat suara dengan mengucap:

لبيكاللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك

Haji adalah pentauhidan Allah subhanahu wata’ala, mensucikan, memuji dan berdzikir kepadaNya. Dan At-tsidju (الثج), mengalirkan darah qurban.

# Shalat merupakan amalah haji yang utama. Rasululah telah menyatakan keutamaan shalat di Masjid Haram.
Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu, Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

صلاة فى مسجدى هذا خير من ألف صلاة فيما سواه الا المسجد الحرام (رواه البخاري)

Artinya: “Solat (seseorang) di masjidku ini (masjid nabawi di Madinah) berlipat seribu kali, dibanding shalat dimasjid lain, kecuali masjid Al-Haram (di Makkah)” (HR. Bukhari).

Dan dari Jaabir ibnu Abdullah, Rasululah bersabda:

صلاة فى مسجدى هذا أفضل من ألف صلاة فيما سواه الا المسجد الحرام, والصلاة فى المسجد الحرام أفضل من مائة ألف صلاة فيما سواه (رواه أحمد وابن ماجه)

Artinya: “Solat (seseorang) di masjidku ini (masjid nabawi di Madinah) berlipat seribu kali, dibanding shalat dimasjid lain, kecuali masjid Al-Haram (di Makkah), dan shalat di masjid Al-Haram beripat seratus kali dibanding shalat (di masjid) lain” (HR. Ahmad dan Ibn Majah).

# Sebaik baiknya mengeluarkan shadakah adalah fisabilillah/di jalan Allah, dan haji merupakan sabilullah. Nafkah dan shadakah dalam haji adalah jalan terbaik untuk mendekat (taqarrub) kepada Allah.
Firman Allah:

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله فى أيام معلومات على ما رزقهم من بهيمة الأنعام فكلوا منها وأطعموا البائس الفقير (الحج: ٢٨)

Artinya: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan atas rezki yang Allah Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Al-Hajj: 28)

Dan firmanNya:

فاذا وجبت جنوبها فكلوا منها وأطعموا القانع والمعتر كذلك سخرنا ها لكم لعلكم تشكرون (الحج: ٣٦)

Artinya: “Kemudian apabila Telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami Telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur” (Al-Hajj: 36).

Dan rasululah menerangkan bahwa Pahala haji berlipat sesuai dengan kadar nafakahnya:

(أن أجر الحج يضاعف له على قدرنفقته)

Artinya: “Pahala haji berlipat sesuai dengan kadar nafakahnya”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)

# Puasa disyariatkan bagi siapa yang tidak mampu membayar qurban.
Firman Allah:

فمن تمتع بالعمرة الى الحج فما استيسر من الهدي فمن لم يجد فصيام ثلاثة أيام فى الحج وسبعة اذا رجعتم تلك عشرة كاملة (البقرة: ١٩٦)

Artinya: “Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu Telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.” (Al-Baqarah: 196).

Oleh karena keutamaan keutamaan inilah. Hari asyura menjadi utama dari hari hari lain dalam setahun. Beribadah pada hari tersebut memiliki kelebihan dan keutamaan disisi Allah subhanahu wata’ala.
Dari ibn Abbas radiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah salallahu alaihi wasalam bersabda:

ما العمل فى أيام أفضل منها في هذه) يعنى أيام العشر من ذي الحجة, قالو: ولا الجهاد؟ قال:(ولا الجهاد, الا رجل خرج يخطر بنفسه وماله فلم يرجع بشيء) رواه البخارى)

Artinya: “Tiada amal (ibadah) lebih baik dari hari hari ini. ‘Yaitu sepuluh hari di bulan dzil hijjah’ (Sahabat) bertanya: “Tidak juga berjihad?” (Rasulullah) menjawab: Tidak juga jihad, Kecuali seorang lelaki yang berangkat kemedan perang dengan mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali sesuatupun (syahid).” (HR. Bukhari)

Dikisahkan bahwa sohabat Sa’id ibn Jabiir jika memasuki sepuluh hari dzil hijjah. Bersungguh sungguh dalam beribadah sehingga hampir tidak ada yang dapat menandingi kesungguhannya. Dalam kitab Shahihu Tadzkir.

Khutbah kedua

الحمد لله العزيز الوهاب, اللذي خلق الأسباب, وقدر المقادير, فما شاء الله كان, وما لم يشأ لم يكن, لا اله الا هو سريع الحساب. أحمد ربي وأشكره, وأتوب اليه وأستغفره, وأشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له, شهادة مبرأة من النفاق والارتياب, و أشهد أن نبينا وسيدنا محمدا عبده ورسوله المنعم عليه بأفضل كتاب, اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد و على أله و الأصحاب.
أما بعد:

Ketahuilah wahai hamba hamba Allah. Sesungguhnya keutamaan sepuluh hari yang di terangkan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam, bukanlah hanya sekedar cerita dan guyonan semata. Tetapi agar kita dapat melaluinya dengan kesungguhan. Menghadap Allah subhanahu wata’ala dengan hati kita, taubat, inabah, istighfar, kesungguhan untuk selalu thaat dan meninggalkan kemalasan. Melapaskan dari keterbuaian memperturutkan nafsu dan syahwat.

Bersambung…..