Hikmah

Home Hikmah

Ujian tiga orang bani Israil

0

Dikisahkan ada tiga orang dari bani israil. Masing masing memiliki cacat atau penyakit. Yang pertama kusta, yang kedua botak, dan yang ketiga buta.
Allah hendak menguji mereka. Diutuslah malaikat.
Malaikat datang pertama kali pada oarang yang memiliki penyakit kusta dan berkata: ”Apa yang kau inginkan?”
Orang ini menjawab: ”Saya menginginkan warna dan kulit yang bagus, juga menghilangkan penyakit yang telah membuat jijik orang-orang”. Malaikat mengusapnya, dan hilanglah penyakit orang ini.
Kemudian Malaikat bertanya: ” Harta apa yang kau inginkan?”
”Unta atau kerbau” jawabnya.
Diberikanlah kepadanya Unta betina yang sedang hamil.

Lupa rakaat..

1

rukuSeorang Ustadz. menceritakan sebuah kisah, entah ini nyata atau hanya sekedar anekdot. Pada sebuah jamaah shalat ashar di sebuah masjid, cukup banyak makmuh yang hadir, sekitar tiga shaff/baris. Pada saat itu Sang Imam shalat lupa rakaat shalat, yang mestinya empat rakaat menjadi tiga rakaat, kemudian salam. Sampai beberapa saat tak ada dari sekian jamaah yang ingat bahwa mereka melaksanakan shalat ashar hanya tiga rakaat. Sampai beberapa saat kemudian ada seorang jamaah yang mengangkat tangan, berkata dengan sedikit ragu:
”Maaf pak ustadz, sepertinya tadi kita shalat ashar hanya tiga rakaat”
Kontan semua jamaah masjid menoleh ke arahnya dengan heran.
”Sebab…” Lanjutnya, ”Saya memiliki empat Toko, setiap rakaat saya menghitung uang masuk dan pengeluaran. Tapi baru selesai yang ke tiga, Ustadz yang imam salam lebih dahulu”.
Kita mungkin hanya sekedar tersenyum membaca anekdot diatas. Tapi dibalik itu ada sesuatu yang mesti kita renungkan. Bagaimana mungkin dari sekian jamaah shalat, ketika imamnya lupa rakaat tak ada satu pun yang ingat. Ya, ada memang. Tapi yang satu ini pun bukan karena memperhatikan rakaatnya, atau memperhatikan rakaat shalat imam, tetapi ia ingat, karena sibuk dengan urusan dunia, sibuk dengan toko, harta yang ia miliki. Alias, atas asas kebetulan saja.
Padahal dalam shalat, thuma’ninah untuk kekhusyuan shalat sangat penting. Seperti disebutkan dalam hadits. Ketika seorang sahabat masuk masjid kemudian shalat, dan rasulullah berada di bagian masjid lain. Kemudian shahabat tadi mendatangi rasulullah, lalu berucap salam, setelah menjawab salam rasulullah berkata: ”irji wa solli, fa innaka lam tusolli” sampai tiga kali sahabat tadi mengulang shalat. Kemudian rasulullah menjelaskan ”…berdirilah sampai tenang dalam berdiri, kemudian ruku sampai tenag dalam ruku…” dan seterusnya. Jadi bukan sekedar banyak nya rakaat shalat, atau lamanya shalat, tetapi nilai kekhusuan dalam shalat yang penting.
Dikatakan bahwa ada dua orang yang shalat ber dampingan dengan rakaat yang sama, takbit, ruku dan sujudnya juga sama. Shalat yang seorang terkabul sampai ke atas langit, tapi yang seorang bahkan jarak antar dua telapak kakinya saja tidak sampai.
Ini sesuai apa yang di sabdakan oleh rasulullah ”Ilmu pertama yang diangkat dari muka bumi adalah kekhusuan” (akhrajahu tabrani dengan isnad hasan).
Salah satu tanda akhir zaman ini telah kita alami.
Dan kita secara pribadi pasti mengalami. Maka dalam shalat dikatakan ada yang kadar ke khusuannya 10persen, 30, 40, 50 atau 60 persen.

Sekedar coretan menjelang tidur.

Racikan Mujarab

0

Seorang lelaki berkata kepada Sufyan Ats Sauri: “Aku telah lama mengidap penyakit yang tak dapat disembuhkan. Adakah engkau mempunya obat untuk menyembuhkan penyakitku ini?”
Ats Sauri berkata: “Hai fulan, anda memerlukan akar Ikhlas, daun Sabar dan saripati Tawadhu. Masukkan bahan bahan tersebut dalam mangkuk Taqwa, tuangkan air Khosyah dan panaskan diatas api Huzn, aduk dengan sendok Muraqabah. Cicip dengan tangan Dhoro’ah. Minum obat tersebut dengan menggunakan gelas istighfar, kemudian berkumurlah dengan Wara’. Pantangan yang harus dihindari Tamak dan Serakah. Konsumsi terus obat tersebut, niscaya dengan izin Allah engkau akan sembuh dari penyakit.”

900SubscribersSubscribe

Popular Posts

My Favorites

Keutamaan 10 Dzul Hijjah (ketiga)

Allah subhanahu wata'ala berfirman: Artinya: “123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab. barangsiapa yang...

Jempol yang tak pernah iri

Bukan kambing…