Jurnal-bebas

Home Jurnal-bebas Page 9

Aku akan memerangi orang yang menyakiti kekasihku…

0

Fakta dianggap dongeng, dan dongeng dianggap nyata. Begitulah yang terjadi di dunia yang sekarang rusak oleh fitnah akhir zaman.

Syeikh Muayyad, mungkin (bukan mungkin, tapi nyata!) oleh sebagian orang di cap sebagai pembuat onar, teroris. Karena memang media, khususnya media Indonesia mengatakan demikian!.

Saya sangat geram. Ketika sebuah media menyebutnya “teroris itu dibebaskan oleh AS”. Lalu ada komentar pembaca yang menulis; “Sudah bau tanah, kok masih belum sadar juga”.

Hai kalian yang telah terbodohi! terbohongi!. Apakah anda tahu siapakah Syeikh Muayyadh?. Beliau adalah seorang lelaki shalih. Yang berusaha membela Islam!. Menggalang dana untuk saudara saudaranya yang tertindas, terkurung oleh keangkuhan ‘kaum kera’ (Yahudi). Anda tentu tidak tahu, bahwa mereka adalah saudara Anda.

Satu berita yang mungkin media penjilat AS, risih memuatnya, padahal ini nyata. Syeikh Muayyad telah lama menjadi incaran AS. Tetapi mereka tak leluasa menangkapnya di negeri asal Yaman. Skenario pun dijalankan. Mereka mengupah seorang intel Yaman untuk membujuknya berobat ke Ordon. Syeikh Muayyad, menurutinya. Sesampainya disana. Beiliau digelandang dan dimasukkan penjara. Dalam keadaan sakit!.

Ternyata AS yang picik, telah membohongi pembujuk Syeik Muayyad. AS tidak memberikan upah sebagaimana telah dijanjikan.

Si Pembujuk yang mendapat tekanan dari berbagai pihak, stress. Sebagai protes, akhirnya ia membakar diri di depan kedutaan AS Yaman. Ia masih hidup dengan setengah mati. Kulitnya terkelupas, mengundang lalat yang terus merubungi. Sungguh menyakitkan.

Itulah adzab yang Allah segerakan. Benar sabda Rasul:

“Man ‘aadaalii walian, faqad aadhantuhu bilharb”

Artinya: “Barang siapa menyakiti wali-Ku (hambaku yang Ku cintai). Maka Aku mengumumkan perang dengannya”. HR. Bukhari.

Allah mencintai seorang hambanya yang selalu taat melaksanakan apa yang telah Dia wajibkan kepadanya. Kemudian ia terus melaksanakan amalan nawafil (perkara sunnah bukan wajib) sampai Alah benar benar mencintainya. Allah mendengar apa yang ia dengar, Allah melihat apa yang ia lihat.
Ketika ia meminta Allah akan mengabulkannya.
Ketika ia meminta perlindungan, Allah akan memberikan perlindungan.

Pernahkah anda jatuh cinta pada seorang gadis? Jangan heran jika anda mengatakan. Gunung pun akan aku runtuhkan karenanya!

Jadilah kekasih-Nya. Sebab kasih-Nya tak pernah ada akhirnya…

Sana’a, 15 November 2009
When I miss…

Menajamkan pena

0

Lupa, ya siapa yang tak pernah merasa lupa. Ibarat pisau yang tak pernah dipakai atau diasah, ia akan semakin tumpul.
Demikian juga otak manusia, perkembangannya dari masa kanak-anak, remaja, dewasa dan tua. Fase setelah usia kita senja kemampuan kita tidak setajam ketika kita masih belia.
Maka diaumpamakan juga; belajar diwaktu kecil seperti mengukir diatas batu, dan mengukir di masa tua, ibarat mengukir diatas air. Mengukir diatas batu, akan membekas sampai lama, walau ketika mengukirnya harus keras. Sedang mengukir diatas air, apa artinya? ia akan sedemikian cepat hilang.
Tapi ada beberapa tips agar kita tidak cepat lupa, yaitu dengan mengulang ulang.
Kita semua pernah menjalani pendidikan sekolah dasar. Ketika itu kita bisa mengisi soal-soal dengan rapi dan benar. Tapi akan kah saat ini kita masih mampu seperti dulu? tentu tidak, karena akan banyak yang lupa. Kecuali bagi anda yang memang masih konsen dibidang pendidikan dan keilmuan. Tapi yang kemudian setelah dewasa memiliki profesi lain, tentu akan semakin banyak terlupa.
Maka kenapa kita diajarkan untuk menulis, mencatat setiap ilmu yang kita dapatkan. Karena ketika kita mencari ilmu atau belajar, diibaratkan kita sedang berburu. Ketika mampu mendapatkan hewan buruan, ikatlah dia dengan tali yang kuat. Sebab jika ia dibiarkan begitu saja, tentu akan pergi dengan sendirinya.
Pandai berorasi, berpidato saja tidak cukup. Ini karena beberapa sebab; objek yang menerima hanya orang-orang yang hadir di lokasi, dan cenderung hanya segelintir saja. Juga waktunya hanya saat itu saja. Terbatas, waktu dan tempat.
Tetapi ketika kita mencatat, ketika mendokumentasikan apa yang kita dapat, Ini akan lebih bertahan lama.
Mencatat bisa dengan bentuk tulisan. Juga pada masa ini, bisa juga dengan merecord dengan kamera atau video.
banyak sekali arti penting kemampuan menulis ini.
Tapi kadang kita malas, tidak mampu menulis, padalah laptop sudah menyala, tapi otak seakan mati lampu. gelap ide.
yach, seperti halnya saya, tulisan ini pun entah maksudnya apa, yang penting Heppy he2, bisa nulis.
Karena memang tips supaya kita bisa menulis hanya dua.
Menulis dan terus menulis :-) Teori saja gak cukup, seperti halnya renang. Anda tidak usah membuat karya ilmiah, puisi, status pengumuman atau sebagainya yang menyatakan bahwa anda mahir berenang. Tapi buktikanlah dengan mencemplungkan diri di kolam renang. Manusia akan melihat, gaya apa yang akan anda tunjukan. Gaya kupu-kupu atau gaya batu (alias tenggelam).
Begin from small and act Now.

900SubscribersSubscribe

Popular Posts

My Favorites

Kok, bisa gitu ya. Kenapa..?

Inilah sebuah kisah, kisah seorang lelaki yang menghabiskan seluruh waktunya untuk berkelana. Memerah dan berdebu rambutnya, compang camping dan ringkih pula jasadnya. Terangkat kedua belah...

Selamat Ied Fitri 1432 H

Makan bereng, yoo

Lupa rakaat..