Jurnal-bebas

Home Jurnal-bebas Page 7

Bukan kambing…

0

Kalau saja seekor kambing, ditawari dua keranjang. Keranjang rumput dan keranjang emas. Kambing akan memilih keranjang rumput. Lain halnya dengan manusia yang mengetahui nilai dan harga emas, ia akan memilih keranjang emas. Kalaupun manusia, tapi ia tak kenal ‘peradaban’, tak kenal nilai emas. Yang ia tahu hanya beternak kambing, maka pilihannya akan sama dengan pilihan kambing. Ia akan memilih keranjang rumput.
Sebagai manusia yang dikaruniai akal, kita seharusnya pandai menggunakan potensi ini. Potensi berfikir, melihat dan mendengar.
Apalagi sebagai seorang muslim harus mampu memilah mana yang seharusnya dikerjakan dan mana yang mesti dijauhi.
Salah satu syarat kita unutuk mencapai derajat disisi Allah adalah dengan ilmu pengetahuan. Baik ilmu syar’i yang mempelajari kaidah dan hukum-hukum dien ini. Maupun ilmu alam, tekhnologi atau ilmu kauniyah yang akan menambah keyakinan kita akan kebenaran Allah yang tergambar dari apa yang tercipta di alam semesta ini. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi bukan suatu hal yang akan menjauhkan dari fitrah manusia untuk tunduk kepada Sang Pencipta. Tapi sebaliknya dengan terus menggali rahasia pengetahuan alam semesta ini akan lebih mendekatkan kepada-Nya.
Hari-hari ini merupakan sepuluh hari terakhir (‘asyrul awakhir) di buan Ramadhan. Banyak diriwayatkan di malam-malam ganjil sepuluh akhir bulan ini terdapat malam lailatul Qadar. Malam yang kemuliaannya sebanding dengan seribu bulan.
Suatu keistimewaan bagi ummat ini. Walau ummat Muhammad Salallahu ‘alaihi wasallam tidak ada yang memiliki umur sepanjang ummat sebelumnya. Contohnya nabi Nuh ‘alaihi salam yang masa dakwahnya saja 950 tahun atau seribu tahun kurang lima puluh (alfu sanah illa khamsin). Tapi ummat ini dikaruniai waktu waktu dan tempat tempat yang memiliki keistimewaan.
Tempat tempat yang memiliki keistimewaan dan kita dianjurkan untuk banyak menziarahinya antara lain Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah, dan Masjid Al-Aqsa di Falestina.
Maka pembebasan Falestina dari hegemoni Zionis adalah masalah aqidah. Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama ummat islam, yang kemudian dipindahkan ke arah ka’bah di Makkah Al-Mukaramah.
Jangan sampai kita terpengaruh oleh kelicikan musuh-musuh Allah yang memalingkan kita darinya. Al-Aqsa bukan kubah Al-Shakra (Masjid berkubah kuning keemasan) yang sering di tampilkan oleh media.
Jangan pula terpengaruh oleh orang-orang yang mencoba mengkaburkan makna Al-Aqsa. Ini seperti apa yang di ceritakan Oleh Ust. Syuhada Bahri dalam satu ceramahnya: Pada suatu perayaan Isra Mi’raj. Panitia mengundang seorang doktor untuk menjadi ceramah. Dalam ceramahnya doktor ini, menyatakan bahwa arti Al-Aqsa adalah ‘tempat yang jauh’ di langit sana. Tentu saja ini suatu pengaburan yang menyesatkan.
Pada waktu itu ada seorang anak muda yang usil, bertanya: ”Pak!, dulu kan kiblat umat islam menghadap Al-Aqsa, sebelum dipindah menghadap ka’bah. Naah, apa rasulullah kalo shalat sambul tidur terlentang?”.
Kemudian keutamaan waktu-waktu tertentu yang diberikan kepada ummat ini diantaranya adalah malam lailatul Qadar.
Kita seharusnya tahu nilai yang terdapat pada malam ini. Dan harus mempunyai kemauan dan harapan untuk mendapatkannya.
Rasulullah pada akhir ramadhan ini melebihkan aktifitas ibadahnya dari hari-hari sebelumnya. Seperti tersirat dalam hadits yang diriwayatkan muslim:
”Kaana rosulillah salallahu ‘alaihi wasalam yajtahidu fi ‘asyril awakhiri maala yajtahidu fi goirihi”
Artinya: Kesungguhan rasulullah pada sepuluh hari terakhir melebihi kesungguhannya di hari-hari sebelumnya”
Dari ‘aisah yang diriwayatkan bukhari dan muslim:
”kaana rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam idza dakhala al’asyr syadda ma’zarahu wa ahya lailahu wa aiqadha ahlahu”
Artinya: ”memasuki hari sepuluh (terakhir), rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya (tidak mendekati perempuan), menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah) dan membangunkan keluarganya”
Di sepuluh hari terakhir ini Rasulullah selalu beri’tikaf, bahkan pada tahun beliau wafat, beliau beri’tikaf di dua puluh hari terakhir.
Dari ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
”Kaana rosulullah salallahu ‘alaihi wasalam ya’takiful asyaral awakhir hatta tawafahullahu…”
Artinya: ”Rasulullah selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir sampai beliau wafat”
Itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan maksud kethaatan dan beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala baik dalam tenggang waktu yang lama atau tidak.
I’tikaf bisa dilakukan disetiap masjid yang didirikan shalat jamaah didalamnya.
Sebagai manusia cerdas tentu kita tidak mau kehilangan kesempatan yang amat berharga ini.
Benar seperti apa yang ditulis seseorang di comment box salah satu situs jejaring: ”Ada gak sich dalilnya, kalo lailatul qadar itu ada di Mall Matahari, Ramayana atau Giant?!”
Lucu memang, tapi ya begitulah. Biasanya enggak siapa enggak siapa. Pada akhir bulan ini, bukannya semakin memperketat frekuensi ibadah. Malah sebaliknya kuat jalan-jalan ke mall, rajin lihat mode pakean terbaru, sibuk menyiapkan menu lebaran, janjian sama doi lah…
Seakan gembira akan ditinggal oleh bulan yang penuh rahmah, maghfirah dan’itqu munannar ini. Padahal belum tentu kita akan bertemu dengan ramadhan tahun depan.
Semoga kita bisa memuhasabah diri. Masih ada kesempatan kita untuk menutup kelalaian yang kita perbuat dalam mengisi bulan ini. Kita bukan kambing yang memulih rumput, menghamburkan waktu untuk kesiasiaan.
Tapi kita adalam manusia, muslim yang cerdas. Wallahu’alam bishawab.

Facebook = PeDeKaTe. ?…

0

faceebookKalau dulu biasanya di Majalah remaja, atau remaja agak gede, pun juga, gede beneran. Ada rubrik sahabat pena, kita bisa mengirim surat pada teman yang photo dan alamatnya dimuat di lembar majalah atau LKS. Dari hobby ini, berlanjut biasanya menjadi kolektor prangko. Mengasyikkan, kita bisa memiliki teman yang jauh. Seorang yang berada di Jawa bisa memiliki teman di Sumatera, Kalimantan atau Maluku. bisa juga memilih laki-laki atau perempuan. Sebaya apa enggak.
Tapi itu dulu. Sekarang kemungkinan ‘spesies’ ini sudah punah. Seiring berkembangnya tekhnologi komunikasi. Internet bukan barang langka lagi, semua orang bisa mengakses Makhluk yang dulu terbilang aneh ini. Kalau tidak memiliki koneksi pribadi, minimal bisa nongkrong di Warung Internet yang sekarang sudah banyak menjamur.
Akhir akhir ini berkembang jejaringan sosial dimulai dari Yuwie, twitter,friendster de el el. Dan yang sedang naik daun sekarang ini yaitu facebook. Dari mulai anak SD sampai pegawai kantor, keranjingan ‘virus’ ini. Seiring dengan perkembangan tekhnologi juga, jejaringan sosial ini bisa diakses lewat HP, baik yang memang telah terintegrasi, maupun dengan menginstall software baru contohnya

Gak usah Dongkol kalee (lembar satu)

3

Alat dan fasilitas tergantung kepada penggunaan si empunya.
Mata, pendengaran, akal dan hati merupakan alat untuk mengenal ke Maha Besaran Sang Pencipta.
bukan untuk sombong karenanya. Semuanya akan ditanya pertanggungjawabannya.
Apa yang kau lihat oleh matamu. Apa yang telingamu simak. Ke mana kau langkahkan kakimu. Diwaktu mulut tak lagi dapat mengelak.
Ketika Allah mengabarkan kepada para malaikat, akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Para malaikat berkata:
‘Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu?’
Dialog ini digambarkan Al-Qur’an pada surah Al-Baqarah ayat 30.
Kodrat manusia tercipta memiliki nafsu, yang menurut Ulama Tadzkiyyah terbagi tiga. Nafsu Muthmainnah yang memotivasi untuk berbuat kebaikan, dengan selalu mengingat dan merindukan-Nya. Al-Fajr: 27. Dipengaruhi oleh fitrah kebaikan dari Tuhan.
Yang kedua Nafsu amarotun bis suui, yang selalu mendorong untuk berbuat kejelekan. Yunus: 53. Dipengaruhi oleh syaithon, yang selalu mempropokasi untuk berpaling dari jalan kebaikan.
Yang ketiga nafsu yang yang tidak memiliki pengaruh antara keduanya (laa tatsbutu ‘ala haal).
Kita tidak seperti orang yang berfaham bahwa semua gerak atas kehendak Tuhan, manusia tak memiliki kehendak. Maka ketika mencuri itu karena kehendak tuhan. Ketika minum, bukan kehendak manusia, tapi mutlak kehendak tuhan. Sehingga kelompok ini menyatakan bahwa Fir’aun adalah seorang mu’min, dengan alasan bahwa ketakaburannya atas kehendak Tuhan, bukan karena kehendak Fir’aun sendiri.
Padahal yang harus kita Imani adalah, kita memiliki Irodah/kemauan, ‘azzam/kehendak, kemudian pada pelaksanaannya ada kehendak lain dari tuhan. Misalkan karena ngantuk, kita berencana tidur sore jam sembilan malam. Ini kehendak kita. Tapi tanpa kita prediksi, tepat pada jam sembilan malam, ada teman kita dari jauh yang datang bertamu. Ini kehendak Tuhan-nya.
Karena kita haus, kita berkeinginan untuk minum. Maka ketika terlaksana minum. Ada kehendak tuhan pada terlaksananya. Tapi misalkan ketika gelas sudah menempel ke bibir, tiba tiba kursi yang kita duduki ada yang menyenggol, air digelas pun tumpah berhamburan. Ini kehendak Tuhan.
Maka dengan keyakinan ini, dalam setiap langkah, ketika mengerjakan sesuatu. Kita akan bekerja dengan optimal, tapi hasilnya qana’ah (ridha dengan ketetapan) kepada Allah. Bukan qana’ah tapi tanpa memiliki usaha. Ingat, do’a, usaha, kemudian tawakkal kepada-Nya.
Jangan pula kita seperti orang yang berkeyakinan bahwa segala gerak manusia mutlak atas kehendak pribadi tanpa campur tangan Tuhan. Seperti pemahaman diatas, faham ini akan mendorong manusia untuk berbuat sekehendak diri. Akan tercipta hukum rimba, yang kuat akan semakin kuat, yang lemah terus tertindas.
Ketika kita berfikir ada manusia yang akhir hidupnya masuk syurga. Dan disatu pihak ada yang su’ul khatimah masuk neraka. Apakah Allah tidak adil dalam berkehendak?
Ada seorang Ustadz yang menjawab masalah ini dengan menganalogikannya sebuah kisah.
Pada suatu kelas di sebuah sekolah. Terdiri dari tigapuluh orang siswa, dengan seorang guru kelas yang selalu mendampingi dan mengawasi proses belajar mereka.
Setelah beberapa lama bersama mereka, sang guru dapat mengkategorikan menjadi tiga kelompok dari jumlah keseluruhan anak asuhnya.
10 murid pertama adalah kelompok murid yang selalu taat dengan disiplin dan peraturan sekolah, selalu datang tepat waktu, selalu mengerjakan tugas tugas, selalu memperhatikan dan aktif ketika di kelas. Kelompok murid yang memang cocok diacungkan jempol.
10 kelompok kedua. adalah kelompok yang tidak serajin kelompok pertama. Ketika ada tugas mereka mengerjakan, kadang kadang saja lalai. Taat aturan sekolah tapi ada waktunya melanggar. Aktif, memperhatikan keterangan guru dikelas, tapi ada kalanya ngantuk atau tertidur. Tapi kelompok ini masih tergolong bisa menjawab soal soal ujian bulanan yang selalu diujikan oleh guru mereka.
10 kelompok ketiga adalah kelompok yang bisa dibiang na’as. Kelompok ini walaupun memiliki pakaian yang cukup baik, tapi terkesan acak acakan. Begitupun ketaatannya terhadap peraturan sekolah, jajanan mereka sehari hari melanggar disiplin. Ketika dikelas, sudah menjadi ritual sehari hari, sejak sepuluh menit pertama dimulai pelajaran, acaranya menggambar peta, atau mengukur meja sambil mendengkur. Nyontek sudah menjadi hobbi. Sangat jarang mengerjakan tugas-tugas sekolah. Nilai rata-rata ujian bulanan dibawah standar. Kelompok ini merupakan kelompok yang harus diberangus, apalagi jika terjadi di negara Indonesia. (mmem).
Akhirnya ujian akhirpun datang. Pak Guru yang telah sekian lama mendampingi dan memperhatikan kelas ini memberikan pengumuman yang mengejutkan. Bahwa:
Kelompok yang akan mengikuti ujian hanya kelompok kedua.
Kelompok pertama dinyatakan lulus tanpa ujian.
Dan kelompok ketiga. Dinyatakan tidak lulus dan tidak berhak mengikuti ujian.
Hmm… kelompok ketiga marah, dongkol. Dan mengajukan keberatan kepada Pak Kepala sekolah. Akhirnya kepala sekolah mengabulkan permintaan kelompok ketiga ini, supaya adil semua tidak dibedakan, semua mengikuti Ujian.
Pada hari diumumkan nilai hasil ujian, terbukti suatu kenyataan. kelompok pertama dan kedua dinyatakan lulus oleh tim penguji. Sedangkan kelompok ketiga dinyatakan tidak lulus.
Begitulah prediksi Sang guru tidak meleseset, karena selama ini ia telah mengetahui perilaku keseharian anak didiknya.
Bersambung….

900SubscribersSubscribe

Popular Posts

My Favorites

Download RPP dan Silabus Akidah Akhlak kelas 9 MTs

Berikut adalah perangkat mengajar RPP dan Silabus Akidah Akhlak kelas 9 MTs: skl sk-kd aqidah akhlaq ix silabus aa ix 1 & 2 rpp aa ix 1...

EenJuoy Aaza

Doakanlah saudaramu..