Jurnal-bebas

Home Jurnal-bebas Page 2

Harus bisa merasa, tidak hanya merasa bisa…

3

“Kerja keras adalah harga mati yang harus di bayar untuk sebuah kesuksesan”. kira-kira seperti itu kata-kata yang dituliskan oleh Bruce Lee, aktor kungfu legendaris dari cina.

Harga, ya. Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita harus membayar seharga dengan apa yang kita inginkan itu.

Apakah anda akan mendapatkan Pitza? jika anda hanya memiliki uang lima ratus rupiah.

Ya, uang lima ratus rupiah paling banter dapet bala-bala bin bakwan.

Apakah anda akan ngotot menjual bakwan dipinggiran jalan dengan harga dua puluh ribu rupiah per biji? padahal orang bisa mendapatkan bakwan serupa dengan harga lima ratus rupiah.

Jadi, untuk mendapatkan, kita harus mengeluarkan ongkos sesuai dengan harga barang yang kita inginkan.

Dan untuk menjual barang barang dengan harga tinggi, kita harus menjadikan harga barang yang kita jual menjadi bernilai lebih.

Semuanya ada harga yang harus kita bayar. Dan harga tidak hanya berbentuk uang, tapi bisa juga nilai diri kita. Nilai apa yang kita jual.

Seorang musisi akan dibayar mahal, karena mereka memang mempunyai nilai popularitas dan profesional yang tinggi.

Tapi seorang pengamen jalanan, akan dibayar murah bahkan mungkin sering kelaparan, padahal energi yang dia keluarkan lebih keras dari pada seorang musisi terkanal ketika pentas diatas panggung.

Why? siapa yang protes?

Ini yang mendasari judul diatas “harus bisa merasa, tidak hanya merasa bisa”.

Kita semestinya lebih pandai lagi melihat diri, muhasabah atau instrospeksi.

Kita kadang menginginkan sesuatu, tapi kita tidak bertanya; “Pantaskah aku mendapatkan yang aku inginkan?”.

“Ihfadzillah, Allah yahfadzuk” (aw kama qaal) “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”.

Kita sering meratap pada Allah, ketika ujian menerpa, ketika datang kesedihan. Saat itu kita Memohon dan meminta… Lalu merasa, kenapa Allah tidak mengabulkan dia kita?

Hem, sudahkah kita menjaga Allah dalam hati kita. “imtishal awamirihi, wa ijtinab min nawahihi”. Melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangannya.

Kita akan malu meminta nilai bagus pada dosen, jika kita merasa jarang masuk kelas, tidak mengerjakan tugas, tidak dekat, atau bahkan tidak kenal.

Jadi, kita harus merasa juga, kepantasan diri ini untuk mendaptkan apa yang kita inginkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah berkata ” At-tayibu li tayyibat…” Lelaki yang baik, sepantasnya mendapatkan perempuan yang baik. Begitu pula sebaliknya.

Jika kita ingin mendaptkan pasangan atau teman yang baik, kita harus memperbaiki diri kita.

——

Yaa mu’alima sulaimana ‘allimna, wa yaa Mufahima Ibromima Fahhimna…

EenJuoy Aaza

4

istiqgraduatedSelalu ada yang bisa diceritakan dalam kehidupan ini. Dari cerita yang bisa membuat senyum berkembang atau malah loncat loncat saking senengnya. Ada juga yang bikin BeTe abis. Salah satunya ini neeh.

Ceritanya gene. Salah satu program FKMI (Forum Komunikasi Mahasiswa Al-Iman) adalah rihlah. Mmm, untuk tahun ini tujuannya Mahwit ma Kawkaban. Mahwit adalah sebuah gunung tertinggi di Yaman. Sedangkan Kawkaban sama juga seperti Mahwit yaitu gunung tinggi. Yang membedakannya, Kawkaban seperti gunung yang hidup. Gunung ini walau berada di daratan yang notabene batu, debu dan pasir, tetapi ditumbuhi pepohonan hijau.

Pagi kamis 18/12/2008, kami dengan menggunakan 3 bis Jamiah/Kampus berangkat. Jumlah yang ikut sekitar 100 orang, plus beberapa mahasiswa Malaysia yang sudah berkeluarga juga ikut.

Asyik juga sih jalan-jalan, apalagi waktu naek gunung yang curam, kayak mo ke puncak. Cuman bedanya gunung disini plontos alias beOteAka. Yup, ada juga seeh ngeri deket (hihi, payah neeh cowok).

Doakanlah saudaramu..

2

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang diucapkannya tidak dihadapannya mustajab (dikabulkan Allah), disisinya ada malaikat yang diberi tugas, setiap kali ia berdoa kebaikan untuk saudaranya maka malaikat tersebut mengatakan amin dan untukmu akan mendapatkan seperti doamu untuknya”. HR. Muslim

Sahabat, dari doa yang mustadjab, dalam hadits ini rosulullah salallahu alaihi wassalam menyatakan, adalah dengan cara mendoakan saudaranya.
Mungkin kita pernah bertanya. Sekian kali kita berdoa, tetapi Allah belum jua mengabulkan permintaan kita. Kita mengetahui bahwa Allah subhanahu wata’ala malu, jika hamba-Nya mengangkat tangan, meratap dan berdoa, kemudian tidak dikabulkan. Lantas kenapa doa kita belum terkabul?.
Sahabat, jangan sampai perasaan ini mampir di benak kita. Sebab Rasulullah menyatakan, bahwa Allah tergantung anggapan hambanya (ana ‘inda dhonni ‘abdi bii).
Allah akan dekat dengan kita, jika kita merasa Dia dekat dengan kita. Jika kita selangkah mendekatai-Nya, seribu langkah Ia mendekati kita.
Dalam sebuah hadits rasulullah menyatakan: “Do’a seseorang dikabulkan, selama ia belum berkata ‘Saya telah berdoa, tapi Ia tidak mengabulkan” HR. Bukhori Muslim. Naudzubillah hi mindzalik.
Secara rasional, bagaimana Allah akan mengabulkan do’a seseorang?, jika ia tidak yakin dengan sepenuh hati doanya akan dikabulkan. Seperti halnya anggapan orang orang yang menganut faham pluralisme. Mereka beranggapan, apapun agamanya, siapapun tuhannya, yang penting ia taat. Pada akhirnya Allah akan memasukkannya ke syurga-Nya. Ini sungguh tidak masuk akal!. Bagai mana Allah akan memasukkan ia kesyurga-Nya?, Sedang ia tidak meyakini, tidak mengakui eksistensi Allah sebagai tuhan satu yang wajib diibadahi?
Kembali ke bahasan kita. Terkabulnya do’a mungkin tidak serta merta kita dapatkan.
Dari Abi Sa’id Al-Khudri radiallahu anhu, Rasulullah salallahu alaihi wasallam bersabda: “Doa seorang hamba terkabul melalui satu dari tiga hal: Dikabulkan doanya dengan segera, sebagai tabungan amal sholeh di akhirat, atau sebagai penghalang kejelekan sepertinya” HR Bukhari dan Muslim.
Jadi yakinlah terus berdoa, karena do’a adalah bentuk ketundukan kita sebagai manusia kapada Allah, Illah yang telah mengkaruniakan berbagai macam nikmat yang tak mungkin terabadikan dalam tulisan. Walau seluruh air laut sebagai tinta dan pepohonan dijadikan kertas. Maha Besar Allah.
Sahabat, ketika kita mendoakan saudara sesama muslim. Ketika dia tidak berada didekat kita. Merupakan suatu ketulusan hati. Kasih kita pada sesama. Agama Islam memang berulang memerintahkan ummatnya untuk membina kerukunan, kasih sayang, bahkan dengan non-muslim sekalipun.
Imam Nawawi dalam syarah (penjelasan) shahih Muslim. Bahwa Imam Malik berkata: “Seluruh adab kebaikan bercabang dari empat hadits; sabda Rasul: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka berkatalah sesuatu yang baik atau diam” Sabda Rosul: “Dari kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat”. Sabda Rosul kepada sahabat yang meminta nasihatnya diringkas: “Jangan marah” dan sabda Rosul: “Tidak beriman seorang diantara kalian, sampai ia mencintai saudaranya, seperti ia mencintai dirinya sendiri”
Jika hal ini tertanam dihati kita, akan hilang rasa iri, dengki, takabur dan sebagainya. Akan tumbuh rasa kasih mengasihi. Akan tercipta kerukunan antar sesama. Persaudaraan yang didasari oleh keyakinan keimanan. Tak mengharap balas kecuali dari-Nya. Allahu a’lam bishawab.

*When I felt missing…

900SubscribersSubscribe

Popular Posts

My Favorites

Agar Dia Selalu Cinta

"Sayang, I love you!" Hari ini entah sudah untuk yang keberapa kalinya suamiku membisikan kata itu dengan lembut tidak saja langsung bibirnya menempel di telingaku,...

Racikan Mujarab

Ikhlas bukan tanpa pamrih