Dunia, Penjara Orang Beriman dan Surga Orang Kafir

Suatu waktu, ketika Ibnu Hajar Al-Asqalani menjadi Qadi, dengan berkendaraan keledai, pakaian bagus dan penampilan yang meyakinkan, beliau melewati sebuah pasar.
Tiba tiba Yahudi pedagang minyak menghadangnya. Pakaiannya sangat kumal, lusuh dan kotor oleh minyaknya. Ia memegang tali keledai yang dikendarai oleh Ibnu Hajar, lalu berkata:
“Ya Syaikhul Islam, Anda menyatakan bahwa Nabi Anda mengatakan: Dunia itu penjara orang beriman dan surga orang kafir. Dengan penampilan Anda seperti ini, Anda di penjara seperti apa? Dan dengan keadaan saya seperti ini, Saya berada di surga seperti apa?”.
Ibnu Hajar menjawab: “Dengan kondisi seperti ini, Saya dibanding dengan kenikmatan yang Allah janjikan di akhirat, seperti di dalam penjara. Dan anda, dengan kondisi seperti ini, dibanding dengan siksa dan hukuman di akhirat, seolah anda sekarang di dalam surga”.
Mendengar jawaban tersebut, sang Yahudi langsung menyatakan masuk Islam.

Sumber: SHOOT, BS. Wibowo, Hal 106

Kejujuran seorang bocah dan tobatnya kepala perampok

Alkisah, suatu ketika seorang Ibu mengutus putranya yang berumur tak lebih dari 13 tahun bersama kafilah dagang. Dari Makkah menuju Baghdad. Untuk bertemu dengan sanak saudaranya disana. Sang ibu membekalinya uang sebesar 300 dinar.
Sebelum berangkat ia menasehati anaknya: “Jangan pernah kamu berbohong dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah subhanahu wata’ala”.
Berangkatlah anak tadi bersama kafilah dagang.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba kafilah ini dihadang oleh segerombolan perampok padang pasir. Kemudian merampas seluruh harta yang berharga. Sampai pada akhirnya, pemimpin perampok menemukan si Anak kecil.
“Hai bocah, apa yang kamu miliki?”
Spontan si Anak menjawab:
“Saya memiliki tigaratus dinar”
Sepencuri kaget. Kemudian ia mengambil uang dari si Anak dan menghitungnya. Benar adanya, tigaratus dinar, tak kurang tidak lebih. Kemudian berkata:
“Apa loe gak tau? gue ni perampok. Terus kenapa loe ngasi tau, kalo loe bawa uang segitu?” (prampoknya bisa ngomong gaul tho.. he2).
Dengan enteng si anak menjawab:
“Aku telah berjanji kepada ibuku, bahwa aku tidak akan pernah berbohong. Dan aku takut menghianati janjiku kepadanya”.
Sejenak kepala perampok ini diam, badannya bergetar.
“Jika kamu berjanji kepada ibumu tidak akan berbohong selamanya… Sesungguhnya aku telah berjanji kepada Allah tidak akan lagi melakukan perampokan. Aku sekarang bertobat kepada Allah…!!”
Kemudian ia memerintahkan anak buahnya mengembalikan harta rampasan….

Source: “The Answer for Every Question”┬áCompiled by: Anas Ismail Abu Dawud, on chapter: “The Honesty”

Ujian tiga orang bani Israil

Dikisahkan ada tiga orang dari bani israil. Masing masing memiliki cacat atau penyakit. Yang pertama kusta, yang kedua botak, dan yang ketiga buta.
Allah hendak menguji mereka. Diutuslah malaikat.
Malaikat datang pertama kali pada oarang yang memiliki penyakit kusta dan berkata: ”Apa yang kau inginkan?”
Orang ini menjawab: ”Saya menginginkan warna dan kulit yang bagus, juga menghilangkan penyakit yang telah membuat jijik orang-orang”. Malaikat mengusapnya, dan hilanglah penyakit orang ini.
Kemudian Malaikat bertanya: ” Harta apa yang kau inginkan?”
”Unta atau kerbau” jawabnya.
Diberikanlah kepadanya Unta betina yang sedang hamil. Continue reading “Ujian tiga orang bani Israil”