Hikmah

Home Hikmah

Kejujuran seorang bocah dan tobatnya kepala perampok

0

Alkisah, suatu ketika seorang Ibu mengutus putranya yang berumur tak lebih dari 13 tahun bersama kafilah dagang. Dari Makkah menuju Baghdad. Untuk bertemu dengan sanak saudaranya disana. Sang ibu membekalinya uang sebesar 300 dinar.
Sebelum berangkat ia menasehati anaknya: “Jangan pernah kamu berbohong dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah subhanahu wata’ala”.
Berangkatlah anak tadi bersama kafilah dagang.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba kafilah ini dihadang oleh segerombolan perampok padang pasir. Kemudian merampas seluruh harta yang berharga. Sampai pada akhirnya, pemimpin perampok menemukan si Anak kecil.
“Hai bocah, apa yang kamu miliki?”
Spontan si Anak menjawab:
“Saya memiliki tigaratus dinar”
Sepencuri kaget. Kemudian ia mengambil uang dari si Anak dan menghitungnya. Benar adanya, tigaratus dinar, tak kurang tidak lebih. Kemudian berkata:
“Apa loe gak tau? gue ni perampok. Terus kenapa loe ngasi tau, kalo loe bawa uang segitu?” (prampoknya bisa ngomong gaul tho.. he2).
Dengan enteng si anak menjawab:
“Aku telah berjanji kepada ibuku, bahwa aku tidak akan pernah berbohong. Dan aku takut menghianati janjiku kepadanya”.
Sejenak kepala perampok ini diam, badannya bergetar.
“Jika kamu berjanji kepada ibumu tidak akan berbohong selamanya… Sesungguhnya aku telah berjanji kepada Allah tidak akan lagi melakukan perampokan. Aku sekarang bertobat kepada Allah…!!”
Kemudian ia memerintahkan anak buahnya mengembalikan harta rampasan….

Source: “The Answer for Every Question” Compiled by: Anas Ismail Abu Dawud, on chapter: “The Honesty”

Racikan Mujarab

0

Seorang lelaki berkata kepada Sufyan Ats Sauri: “Aku telah lama mengidap penyakit yang tak dapat disembuhkan. Adakah engkau mempunya obat untuk menyembuhkan penyakitku ini?”
Ats Sauri berkata: “Hai fulan, anda memerlukan akar Ikhlas, daun Sabar dan saripati Tawadhu. Masukkan bahan bahan tersebut dalam mangkuk Taqwa, tuangkan air Khosyah dan panaskan diatas api Huzn, aduk dengan sendok Muraqabah. Cicip dengan tangan Dhoro’ah. Minum obat tersebut dengan menggunakan gelas istighfar, kemudian berkumurlah dengan Wara’. Pantangan yang harus dihindari Tamak dan Serakah. Konsumsi terus obat tersebut, niscaya dengan izin Allah engkau akan sembuh dari penyakit.”

Ujian tiga orang bani Israil

0

Dikisahkan ada tiga orang dari bani israil. Masing masing memiliki cacat atau penyakit. Yang pertama kusta, yang kedua botak, dan yang ketiga buta.
Allah hendak menguji mereka. Diutuslah malaikat.
Malaikat datang pertama kali pada oarang yang memiliki penyakit kusta dan berkata: ”Apa yang kau inginkan?”
Orang ini menjawab: ”Saya menginginkan warna dan kulit yang bagus, juga menghilangkan penyakit yang telah membuat jijik orang-orang”. Malaikat mengusapnya, dan hilanglah penyakit orang ini.
Kemudian Malaikat bertanya: ” Harta apa yang kau inginkan?”
”Unta atau kerbau” jawabnya.
Diberikanlah kepadanya Unta betina yang sedang hamil.

900SubscribersSubscribe

Popular Posts

My Favorites

Makan bereng, yoo

  Kenangan... Asyiknya makan bareng ya.... Nikmat banget....

Menajamkan pena

Rubah ukuran gambar