Orang Bodoh lebih bisa sukses.

Suatu maghrib, saya bersama keponakan yang masih berusia 6 tahun, shalat berjamaah di masjid. Karena jarak antara rumah dan masjid cukup jauh, maka saya menggunakan motor.
Shalat berjalan sepert biasa. Hanya ketika akan pulang, saya agak bingung. Saya merasa tadi menyimpan kunci di kantong baju koko, tapi ternyata tidak ada.
Bingung bercampur was-was dimana gerangan kunci motor, celingukan melirik ke kanan dan ke kiri.
Keponakan saya pun tidak ditemukan, karena memang ketika shalat, dia berada dibelakang shap.
Dengan gontai saya melangkah keluar masjid ke arah motor. Ternyata keponakan sudah menunggu di motor.
“Dede, liat kunci ga?” saya bertanya.
“Ini kuncinya” Jawabnya.
“Masya Allah, Aduh Dede, kirain kemana. Coba kalo motornya hilang gimana?” Ucap saya dengan nada sedikit tinggi.
“Ya, kalo ilang mah, JALAN KAKI AJA” Katanya dengan santai.
Saya yang tadinya agak kesal, tapi ketika mendengar jawaban ini langsung tertawa.
Ya, begitulah anak-anak, dengan kepolosannya. Jika kita, ketika motor hilang akan berfikir akibatnya; kredit belum lunas, bisa beli lagi apa enggak, apa lagi kalo motor dapat pinjem.

Cerita ini seperti halnya ketika kita mengambil keputusan dalam segala apapun, terkadang kita terlalu mengkalkulasikan akibat buruk dan resiko. Yang akhirnya tak ada keputusan yang diambil.

Padahal nilai ketika kita terjun melaksanakan pilihan akan akan lebih banyak bermanfaat dalam pendidikan pribadi, daripada hanya membaca buku dan mendengar kisah orang lain.

Leave a Reply