Jempol yang tak pernah iri

Pernahkah sejenak kita perhatikan jempol tangan kita? Si Jempol yang pendek dan gemuk.

Ketika kita asyik mengetik  eSeMeS, si Jempol berjingkrak ria, loncat dari key satu ke keypad yang lain. Tak pernah ia berteriak lelah. Walau pun pegal, tak pernah ia merintih. Tak pernah ia iri pada ke-empat jari lainnya yang hanya mampu membantu menjaga keseimbangan posisi hape yang kita genggam.

Sunguh indah hidup ini, jika kita menyadari posisi kita masing masing. Tak ada rasa iri, selalu saling mamahami. Bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Seorang petani bekerja di sawah, bermandikan keringat, tersengat panasnya matahari. Seorang pegawai yang bekerja di ruangan ber-AC. Kontradiktif, tapi toh berjalan apa adanya.

Seorang ketua yang membawahi anggotanya. Seorang suami yang bertanggungjawab atas isteri dan anak-anaknya.

Seperti halnya bangunan yang terdiri dari batu bata, pasir, semen, dan cat tembok. Satu sama lain saling melengkapi. Bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Tak ada rasa ingin menonjolkan satu sama lain. Tak ada rasa iri dan dengki.

Banyak hikmah yang dapat kita gali, jika kita sedikit jeli.

Leave a Reply