Ikhlas bukan tanpa pamrih

Anda mungkin sudah tahu kisah tentang seorang wanita tuna susila yang masuk syurga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Tapi apakah anda berfikir, bahwa setiap orang berdosa akan diampuni dan masuk syurga ketika ia mau memberi minum seekor anjing?

Em, ternyata tidak. Menurut Syeikhul Islam Ibnu Taimiah, hal ini karena wanita tadi melakukannya karena keikhlasan iman kepada Allah. Mengharap ridha Allah. Jika tidak karenanya, tak akan membuatnya mendapat ampunan dari Allah.

Lalu apa ikhlas itu?

Kadang kita mengertikan ikhlas dengan tanpa pamrih. Tanpa pamrih yang berarti tidak mengharapkan apapun.
Apakah termasuk tanpa pamrih keridhaan dari Allah?
Saya teringat ucapan Pak Abdul Basith, “Coba berikan uang lebih ketika anda memberikan bayaran ke tukang parkir, sopir, penjual atau lainnya. Ketika mereka berucap terimakasih. Mintakan doa pada mereka. Bukan tanpa pamrih.”.
Jadi, tak cukup kita mengucap ikhlas jika diartikan tanpa pamrih apapun. Tapi iringilah dengan harapan keridhaan dari Allah.
lukman-elhakim.com

Leave a Reply